Categories
Uncategorized

Hello world!

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!

Categories
Tak Berkategori Vector

Saimdang Light’s Diary

“live with confident, and be proud of yourself” 

Rencana mau nonton drama ini tapi belum kesampaian. Anyway jatuh cinta sama look-nya Lee Young-Ae di Drama ini. She’s incredibly beautiful, as always.

kalau dari kalian ada yang udah liat drama ini dont mind to tell me how you think  abaout this drama 🙂

Categories
Vector

Kim Go Eun

i’m Learning to draw a Vector Art. and this is Fan Art of Kim Go eun that i made.

i just love her natural beauty, especially when she smile 🙂

Anyway, if you have interest with my work, dont mind to contact me .

 

Regards,

Matahari

 

Categories
Tak Berkategori Vector

Dokkaebi#2

What have I forgotten?

Whom have I forgotten?

What face and what promise have I forgotten that all that’s left is such deep sadness?

Somebody, anybody…

please, save me

– Eun-tak (Dokkaebi)

Categories
Tak Berkategori Vector

Dokkaebi#1

Every moment I spent with you shined.

Because the weather was good,

because the weather was bad,

and because the weather was good enough.

I loved every moment of it.

– Kimshin (Dokkaebi)

Categories
puisi Tak Berkategori

Jendela Tua

aku adalah orang yang hidup di masa lalu. selalu membandingkan diriku saat ini dengan yang terdulu. memang sudah sifat manusia bukan? membanding-bandingkan kelemahannya dengan kelebihan yang lain. membuatmu tak mensyukuri apa yang kau miliki sekarang. seperti halnya aku saat ini. duduk di kursi makan, sendiri, sambil memandangi tetes air hujan yang turun dari langit. membuat suara gemericik yang entah mengapa membuat suasana sedikit kalut. mereka bilang hujan menggiring otak manusia untuk membangkitkan kenangan masa lalunya, atau setidaknya membuat manusia menjadi kelabu, antara kalut dan berkabung.
suasana yang cukup mendukung untuk memunculkan ingtan ingatan dimana hidupku masihlah berwarna dan begitu cemerlang. orang-orang tersenyum dan menyapaku tanpa aku kenal siapa mereka. ada senyum tergambar setiap malam saat seseorang mengucapkan selamat malam padaku, mengantarkanku ke mimpi yang sudah barang tentu tentangnya.. entah kenapa kini hal itu muncul dalam suasana kelabu. bukanah lebih indah jika ia muncul dalam nuansa pelangi?
hujan diluar semakin deras, membasahi kaca jendela yang memang kubiarkan terbuka. menetes jatuh ke kolam membuat ombak-ombak kecil disana. tiba-tiba lamunanku terhenti, bukan karena hujan yang berhenti. ku perhatikan lagi jendela kamar itu. ah, sudah berapa lama ia disana. sudah berapa lama jendela itu terpasang dirumah yang ku tinggali ini? 5 tahun? 10 tahun? ah, 20 tahun? mungkin sudah seumur hidupku jendela itu menjadi ornamen yang menghiasi rumahku. pantas saja ia sudah tampak begitu lusuh dan tua dengan beberapa lubang rayap di selaselanya.
jika kulihat-lihat lagi, banyak hal yang justru kulupakan, padahal mereka selalu ada dihidupku. seperti halnya jendela tua di rumahku. bukan karena mereka tidak penting, justru sebaliknya. dari mana cahaya  datang kalau saja jendela itu tak dipasang? atau lewatmana udara sejuk pegunungan mengisi rumah ini kalau tidak lewat jendela yang terbuka? ia melakukan hal-hal penting dalam hidupmu. tapi kenapa kau justru lebih suka terfokus pada hal-hal yang membuatmu meratap?
aku tak bisa memberikan jawaban yang tepat, tpi untuk saat ini kurasa, itu karena jendela tua selalu ada bersamamu, selalu ada untukmu, selalu melakukan kewajibanyya, dan tak pernah meninggalkanmu. mereka yang selalu ada untukmu, terkadang luput dari perhatianmu, sementara kau sibuk mencari-cari yang hilang darimu.

ah, apa benar aku hidup di masa lalu? mungkin yang benar, aku hidup dalam bayang dan angan semu. jika kau bahkan melupakan mereka yang selalu ada bersamamu bahkan semenjak kau belum ada, bagaimana mungkin kau bisa hidup dimasalalu? hiduplah dimana kau hidup saat ini. tersenyumlah pada jendela atau hal-hal tua lainnya. hidupmu lebih indah dari apa yang kau pikirkan. tunggu saja sampai hujan reda 🙂

 

Matahari, 24 Januari 2017

Categories
puisi Tak Berkategori

Adalah hakmu untuk pergi. Namun bukan kewajibanku untuk lari.
Adalah hakmu untuk bahagia. Namun bukan kewajibanku untuk tertawa.
Adalah hakku untuk sendiri. Namun bukan kewajibanmu untuk menemani.
Adalah hakku untuk disini. Namun bukan hakmu untuk kembali.
Karena hakmu bukanlah kewajibanku.
Dan hakku juga bukan kewajibanmu.

Categories
puisi Tak Berkategori

Anjing

Sedetik yang lalu aku marah karnamu. Karena ada dia, atau karena kau menjauh dari ku. Tapi sedetik kemudian aku membayangkanmu tersenyum dan memohon mainan padaku seperti anak kecil yang begitu lucu dan polos. Kau tau? Aku tidak ingat kenapa aku marah padamu. Untuk apa aku menanam amarah yang bahkan aku bingung akan pangkalnya. Aku bahkan belum membeli mainan itu untukmu. Aku hanya tersadar kemudian, bahwa yang aku tau, Saat kau ingin kembali nanti aku masih disini.

Ak hanya tidak ingin berhenti untuk menyukaimu sekarang. Perasaan ini terlalu dalam jika harus kukorek dan mebuangnya begitu saja. Mungkin lebih baik jika kubiarkan saja mengerak disana. Kitapun tak tau takdir apa yang akan menyambut nantinya. Apa kau akan kembali, atau aku harus terus sendiri. Tapi rasa suka ku padamu, tak ada hububgannya dengan itu.

Aku bukanlah orang lain –Toh, untuk apa aku jadi mereka. Jika oranglain menyerah padamu, tidak denganku. Aku menyerah pada keadaan memang. Tapi perasaanku, itu soal lain. Aku tak memintamu untuk tetap bersamaku kalau kau tak mau. Aku juga tak mau melarangmu pergi walau aku sangat membencinya. Aku menyerah akan hal itu.  Jadi, aku hanya menyukaimu, dan tentang perasaan ini bukanlah sesuatu yang bisa kau pinta atau kau larang. Oranglain boleh berkata apapun tentang aku yang seperti hilang akal, tapi aku akan kubiarkan ini diluar kendaliku.

Biar. Biar saja rasaku seperti seekor anjing tua yang ditinggal tuannya. Biar saja aku menjaga rumah lusuh ini sambil menyalaki orangorang yang mecoba menjaraki ku dengan rumah ini. Rumah yang mempertemukan si anjing dengan tuannya. Aku, biarlah aku jadi seekor anjing tua yang tak peduli apa tuan akan kembali atau tidak. Anjing tua, yang lehernya dirantai oleh ingatan dan kenangan manis tuannya dirumah ini. Jadi biarkan saja, si Anjing menunggu sampai jenuh. Karena yang ia tau, “disini aku biasa menemukanmu”.

 

27 08 2016Hachiko-review

Categories
puisi Tak Berkategori

Random (2)

Ini hanya sebuah tulisan acak tentang aku yang masih merindukanmu seperti orang hilang akal. Benar kata Aan Mansyur, semenjak kau pergi aku justru melihatmu dimana-mana. Kedai kopi, tempat sujud, kamar tidurku, jalanan, bahkan dalam pejamku. Kau tiba-tiba menjelma dalam bayang-bayang ingatan dan khayal yang tak tau dari mana asalnya. Bisa jadi dari kenang yang tersimpan, atau angan yang tak sampai.

Ijinkan aku bertuang pikiran yang menggumpal di otak. Mempertanyakan kenapa rokok harus naik harganya? Sehingga membuatmu berhenti melakukannya. Mengapa kau tak tunggu saja sampai harganya akan turun, sambil kau hisap pelan-pelan batang rokok terakhirmu? Menikmatinya sampai akhir.

Sayang, terkadang perpisahan bukanlah hal yang mudah kupahami. Semakin kucoba memahami, aku justru semakin ingin menggenggammu lebih erat lagi. Saat aku beralih,  aku justru takut kau benar-benar akan pergi. Saat aku duduk menunggu, aku justru takut akan kenyataan kau tak akan pernah kembali.
Jika kupikir kembali, aku tidak ingat bagaimana aku menjadi se-kecing ini. Di penuhi rasa takut akan hal yang belum terjadi. Oh, semoga memang tidak akan terjadi.

Sayang, Aku masih diriku. Bukan lagi kekasihmu memang, tapi bukan juga mantan busukmu atau mantan indahmu, bukan teman kelasmu, bukan teman tapi mesramu. Aku tak ingin kau mendefinisikan hadirku seperti mereka yang berlalu-lalang disekitarmu. Aku masihlah Ika, yang ingin mempertanyakan kabarmu hari ini. Sebagai ujud keingintahuanku, juga keinginanku untuk bersamamu sekali lagi.

Matahari,

23082016

Categories
puisi Tak Berkategori

ncdwiv -random-

ak berjalan entah dimana, duduk entah dimana, berbaring entah dimana. aku hanya disini sambil bertanya-tanya apakah aku berada ditempat yang seharusnya. aku melihat orang lain, mereka mulai pergi. aku, seprtinya, hanyalah satu-satunya yang tertinggal disini. terjembab, jauh kedalam.

semua terasa buruk. bahkan tulisan ini terasa sangat buruk. apa yang kurasakan, yang kupikirkan  tak dapat kusampaikan dengan benar pada kalian. aku tak dapat menyusun kata demi kata dengan sinkorn dan indah. aku hanya ingin mengeluarkan keluh kesah. tapi entah apa jadinya yang dikeluarkan.

aku. adalah salah satu orang yang kehilangan kepercayaan. kepercayaan pada diri sendiri, kepercayaan kepada kebenaran. ingin berontak dan melakukan sesuatu yang mereka bilang salah, mereka bilang bukan. ah, lagipula apa pedulinya. mereka menjalani hidupnya masing-masing. diapun menjalani hidupnya sendiri. terlihat mulai lelah denganku.

jika aku bertanya bolehkah, apa kau akan menjawab jangan?  atau mungkin kau sendiri tak paham, dan kembali menjalani hidupmu. ayolah, ini tak spenting itu, iya kan? aku tak sepenting itu, kan?

malam ini, sekali lagi aku menjadi orang yang lalai akan amanahnya. orang yang akan jadi topik pembicaraan nyinyir mereka. oh, mungkinkah aku akan jadi topik? mungkin hanya selingan. jadi biarkan sajalah. lakukan saja yang ku mau. lakukan saja yang kau mau.ya, lakukan saja yang kau mau.

matahari, 16 April 2016