Aku menyimpan rasa aku memendam kata. Kurangkai dengan indah, kata perkata. Kuharap akan kau sambut dengan wajah merah tersipu, atau mata yang sedikit berkaca, atau jantung yang berdegup lebih kencang dibanding biasanya, saat ku sampaikan padamu semua yang kusimpan dibalik binar mataku, dibalik senyum maluku.

Kulihat langit sore ini. Mega senja entah mengapa terlihat sangat indah. Semburat merah yang perlahan mennyerbak memenuhi angkasa. Mengingatkanku pada pipimu yang merona karena tersipu oleh senyumku kala itu.

Ah dingin. Ternyata warna langit yang terlihat begitu hangat tak dapat menaikkan suhu di pegunungan yang selalu berhasil membuatku mengangkat selimut. Begitu juga bayang senyum hangatmu tadi, entah kenapa tetap terasa dingin di kenangku.

tumblr_m7glt084Y41qazzkto1_500

Harapan tentangmu yang kugantungkan pada lampion doa kadang membuatku ikut melambung ke angkasa. Membuatku semakin jauh dari daratan, membuatku semakin lupa dengan kenyataan. Saat kulihat kebawah aku merasakan tubuhku merinding. Bulu kudukku berdiri. Aku tau aku telah mengkhayal terlalu tinggi.

Semakin dalam lamunanku, semakin gelap langit menemaniku. Sekali lagi kusapukan pandanganku pada mega senja yang sudah memudar. Ah, aku tak mau senyum itu memudar. Mungkinkah kukejar dirimu menembus cakrawala, demi rasa yang menghangatkan ruang? Bisakah sedikit saja kuminta secuil dari ribuan harapan yang kubumbung tinggitinggi tentangmu untuk menjadi nyata?

Matahari terbenam sepenuhnya. Aku harap asaku yang mulai pupus akan bersinar lagi esok harinya.

 

Matahari,

5 Agustus 2017