Opini merupakan sebuah pendapat atau penilaian yang dikemukakan seseorang mengenai sesuatu objek. Biasanya disampaikan dengan subjektif di banding objektif. Menurut prespektif si pembicara ditambah sedikit perasaan atau imajinasi yang ikut bermain menghiasi kata perkata yang diutarakan.

Opini ini sedikit banyaknya akan mengarahkan kepada perkara yang benar atau salah. Mana yang kau anggap baik mana yang kau anggap buruk. Wawasan yang kau miliki, lingkungan tinggalmu tentu menjadi penyumbang terbesar dalam penentuannya. Sedangkan sisanga kau biarkan akal dan nalurimu yang bermain.

Namun tidak semua orang punya wawasan yang sama, tidak semua lapisan masyarakat mempunyai lingkungan yang sama pula. Akan sangat wajar saat setiap orang punya pendapatnya masing masing tengang definisi benar. Definisi baik. Bukan sebuah kesalahan saat kebenaran yang kau akui berbeda dengan yg mereka akui.

Namun kadang, karena begitu dangkal wawasan yang ia miliki, begitu tertutup pikirannya untuk dunia yang begitu luas dan beragam ini, manusia dengan angkuhnya menyatakan kebenaran yang ia akui tanpa mentolerir mereka yang berbeda. Beda berarti salah. Beda berati buruk. Apa yang ia anut sejak lahirlah yang paling benar, apa yang orang sekitarnya lakukanlah yang baik.

Jika memang begitu bukankah harusnya manusia mengakui bahwa setiap kelompok punya kebenarannya masing2? Terlepas manakah kebenarakn yang hakiki, kita manusia ditugaskan untuk belajar dan mencarinya. Taqlid dan kolot bukanlah salah satu yang bisa kau sebagai pendirian yang teguh. Bukankah mencari alasan kenapa kau benar adalah sesuatu yang memperkuat pendirianmu?

Nah, itu hanya kelebatan pikiran dalam kata yang menurutku benar. Benarkah menurutmu?