Sutradara : Gregory Hoblit
Novel : William Diehl
Pemain : Richard Gere, Edward Norton, Lauran Linney, John Mahonney, Frances McDormand

https://images-na.ssl-images-amazon.com/images/M/MV5BMjA4MTc4NjY1N15BMl5BanBnXkFtZTYwODEzMTg4._V1_.jpg

Belakangan ini aku sedang memaknai tentang kebenaran di lingkungan sosial, kebenaran di mata manusia. Jadi aku flashback lagi ke film yang belakangan baru aku tonton : Primal Fear, sebagai salah satu referensi buat memahami pola pikir manusia yang unik. Yaaa entah nyambung apa enggak si sama filmnya, mungkin karena momen yang tepat aku merasa dapat ilham dari sana. (hai ilham :v)

http://cimplingroom.com/wp-content/uploads/2018/02/4531b-359-scan.jpg

Primal Fear ini cerita tentang perjuangan seorag pengacara handal bernama Martin Vail (Richard Gere) untuk memperjuangkan kasus pembunuhan yang dilakukan oleh Aaron (Edward Norton) terhadap Uskup Rushman (Stanley Anderson). Martin Vail yang merasakan kejanggalan dari kasus ini karena kepolosan Aaron tentu berfikir keras untuk menyelamatkan Aaron dari hukuman mati. Namun itu bukan usaha yang mudah, terlebih karena Uskup Rushman adalah tokoh yang dihormati oleh orang-orang. Selama proses sidang yang alot inilah kebenaran demi kebenaran terungkap.

Yang paling memukau dari Film ini buat aku adalah peran Edward Norton yang sangat apik. Kita bisa ngerasa ikut iba, ikut gelo, ikut geregetan bareng sama Martin Vailnya. Edward Norton bisa bikin kita pengen ngelindungin dia karena kepolosan senyumnya, dan karena cerita dibalik karakternya. Ada quotes yang juga memukau dan sangat ngena di otak aku :

“No man for any considerable period, can wear one face to himself and another to multitude without finally getting bewildered as to which may be the true” Scarlet Letter by Nathaniel Hawthrone

Ceritanya juga gak kalah seru si. seperti yang tadi aku singgung di awal, bahwa selama sidang aku dibuat tercengang dan ternganga sama fakta-fakta dan kebenaran yang muncul. dan itu bikin aku disadarin lagi bahwa jabatan dan citra yang ditampilkan seorang tokoh tidak selamanya sesuai dengan perilakunya. kadang dibalik kebaikan seseorang yang melimpah ruah ada satu kebusukan yang menjamur tersimpan jauh didalam sana. Karena ini cerita misteri yang banyak teka-tekinya, disitu pula kebenaran yang kita yakini diuji.

Richard Gere and Laura Linney in Primal Fear (1996)

Aku bener-bener mengalami konflik batin sama kayak Martin Vail, karena dia pengacara yang bela orang-orang bersalah muncullah suatu keinginan untuk melakukan hal yang benar. Kehadiran Aaron dan kasusnya menjadi kesempatan yang baik untuk dia melaukan sesuatu yang benarnya, begitupun untuk orang lain. Dimana tekanan begitu kuat, alasan inilah yang memang menjadi motivasi terkuat utuknya.

seperti judulnya yang Primal Fear aku sama temenku, mbak Tuti, banyak berdiskusi soal ini. Aku memaknai primal fear adalah ketakutan terbesar seseorang. dan kita merumuskan beberapa ketakutan yang di maksud disini. uskup Rushman punya ketakutan akan sesuatu yang sudah dilakukannya diketahui orang lain sehingga ia memberikan pencitraan yang begitu baik pada dirinya, Saughnessy punya ketakutan akan sesuatu dalam dirinya diketahui orang lain maka dia berusaha semaksimal mungkin memenangkan kasus tersebut. Martin Vail mengalami apa yang selama ini ditakutinya, yakni melakukan sesuatu yang berlawanan dari apa yang ia yakini benar. Atau mungkin kalian punya versi yang lain?

http://www.sonycrimechannel.co.uk/sites/uk.set/files/ct_movie_f_primary_image/primal_fear_1600x900.jpg

Yang jelas bagaimanapun versinya, Apa yang kamu yakini benar saat ini, pemikiran politik, konspirasi blabla, gosip artis, bahkan ilmu pengetahuan yang kalian pelajari bisa jadi merupakan kebalikannya. Menghindari fanatisme dengan membuka pemikiran dan memilah serta menyeleksi informasi yang kita dapat rasanya jadi hal yang bijak untuk dilakukan. di dunia yang penuh ketidak pastian ini kita sudah dibekali akal dan nurani sebagai filter. jadi silahkan asah akal dan naluri kita kawan 🙂

Salam Matahari,
-100217