Hari ini adalah H+2 Film keluaran Marvel ini tayang di Indonesia. Sebenernya tulisan ini dibuat berdasarkan poling instagram. Karena aku juga gak sepaham itu soal dunia perfilman untuk bikin review yang bisa dijadikan patokan. jadi kembali lagi tulisan ini hanya soal pendapatku soal film ini, sebagai referensi aja. Toh, tiap orang pasti punya penilaiannya sendiri.

Angela Bassett, Forest Whitaker, Martin Freeman, Michael B. Jordan, Florence Kasumba, Andy Serkis, Sterling K. Brown, Chadwick Boseman, Danai Gurira, Lupita Nyong'o, Daniel Kaluuya, Letitia Wright, and Winston Duke in Black Panther (2018)

Sutradara : Ryan Coogler
Pemain : Chadwick Boseman, Michael B. Jordan,Lupita Nyong’O, Martin Freeman, Andy Serkis.

Black Panther sendiri sebenernya cerita tentang sebuah kerajaan bernama Wakanda yang terdiri dari 5 suku (kalo gak salah). Kerajaan ini dipimpin sama seorang raja yang punya semacam kekuatan khusus yang diberikan secara turun temurun yang menjadikan raja tersebut sebagai Black Panther. Sumber kekayaan alam yang dimiliki Wakanda adalah logam terkuat di bumi, Vibranium. (Fyi, Vibranium tu bahan dari unbreakable shieldnya si Captain America), dan logam ini dimanfaatkan dengan baik oleh Wakanda dalam berbagai hal seperti Baju (perang), bangunan, senjata, transportasi, dkk. Nah, sumberdaya inilah yang sebenernya memancing prahara rumah tangga.

Image result for black panther

Kalo kalian udah ada yang baca review dari orang lain banyak yang bilang bahwa film ini beda dari film superhero lainnya. Aku akuin emang benar. Pertama karena mayoritas pemainnya yang afro, dan hanya ada 2 white man disini, si Agent Ross (Martin Freeman) yang udah pernah keluar di civil war kemarin, dan Ulysse Klau (Andy Serkis) yang udah keluar juga di Age of Ultron kemarin. Makanya mau gak mau isu ras pasti akan kesentil juga disini. bahkan Villainnyapun, Erik Killmonger (Michael B. Jordan), punya latar belakang cerita rasis yang menarik simpati juga. Kalo di gali bisalah nilai-nilai toleransi yang sedang hangat diperbincangan diambil dari sini, walau sebenernya kebangkitan kaum yang dianggap kecil ini lebih kuat sehingga semangat revolusinya menular. Selain kuat sama isu ras, orang-orang kulit hitam juga dekat dengan hal-hal berbau etnis dan spiritual dan itu juga ditonjolkan sangaaaaattt kuat disini (berusaha memberikan penekanan hehe).

Isaach De Bankolé in Black Panther (2018)

Bicara soal sumber daya yang memancing prahara rumah tangga bakal jadi nilai lebih kedua di sini. Banyak negara yang akhirnya dijajah karena sumberdaya mereka yang luar biasa banyaknya. Gak usah jauh-jauh lah, negara kita tercinta ini termasuk salah satu didalamnya. Entah karena pribumi yang gak sadar, atau gak bisa jaga sumberdayanya, atau mungkin karena faktor lain yang menyebabkan penjajahan itu bisa terjadi. Sadar akan hal ini Wakandapun memanfaatkan sumberdaya pentingnya itu dengan sangat pintar, jadi mereka gak perlu orang luar untuk mengolah sumberdaya yang mereka punya. Selama inipun gak ada orang luar yang tau akan kemegahan wakanda, karena mereka butuh proses untuk memperkuat dirinya sendiri agar tidak dijajah dan di eksploitasi oleh orang luar. Sisi ini rasanya bisa jadi cerminan buat kita yang katanya bukan hanya punya lautan, tapi juga kolam susu.

Black Panther (2018)

Yang terakhir adalah soal prahara rumah tangga itu sendiri. Perpolitikan yang ada dalam Kerajaan yang ngebuat konfliknya jadi pelik. Terlebih T’Challa (Chadwick Boseman) adalah raja baru yang masih pencarian jati dirinya. mau jadi raja yang kayak gimana nih? Mau lanjut periode sembelumnya aja apa mau sukasuka kamu nih? ya cocoklah sama musim Ketua-ketua baru sekarang. Layaknya T’Challa yang akhirnya menemukan gaya memimpinnya, gitupun kita punya gayanya masing-masing. Periode mu ya punya mu, yang lalu ya udah bukan punyamu lagi, cukup dijadikan pertimbangan dan rujukan aja. kemana periode selanjutnya kan dibawa ya jadi tanggung jawab yang megang (ciyah pidato perpisahan wkwk). Tapi ngomong-ngomong Chadwick Boseman keluar banget karismanya waktu jadi raja, dan bahkan seisi bioskop diem semua dan ada juga beberapa yang duduk tegak (termasuk aku) waktu dia orasi. cocoklah.

Chadwick Boseman in Black Panther (2018)

Winston Duke in Black Panther (2018)

Ngomong-ngomong soal teknis aku yang awampun bisa ngerasain kalo scenery yang dibuat tu keren banget. Warna-warna nya kuat dan cantik banget, bikin scene yang lagi main berasa hidup banget. artistik. ya untuk sekelas Marvel studio si scene fightingnya gak usah diragukan lagi lah ya. oh iya, yang bikin kesannya makin hidup dan nempel di otak tu scoringnya si. lagu lagu yang dipilih pas banget sama suasananya. sekali lagi beda sama film lainnya, lagu-lagu yang dipake terkesan etnis banget. Pemain-pemainnya juga gak kalah keren, banyak tang menarik perhatian kaya Daniel kaluuya yang lagi dapet nominasi oscar, Lupita Nyong’o si pemenang oscar taun lalu, Andy Serkis nominee golden globe, Forest Whittaker, Michael B jordan, Martin Freeman, Ah terlalu banyak.

terlalu banyak yang pingin di bahas, tapi ndak tulisannya kepanjangan. jadi ini aja, selamat menikmati dan jangan sungkan berbagai kalu ada pendapat/masukan 🙂 (oiya ada 2 post credit loh)

Salam, Matahari.