Call Me By Your Name (2017): Cerita Cinta Pelangi

MV5BNDk3NTEwNjc0MV5BMl5BanBnXkFtZTgwNzYxNTMwMzI@._V1_

Setelah perenungan panjang, diskusi dengan beberapa teman, akhirnya aku memutuskan untuk berbagi tentang film kontroversial yang satu ini. Call Me By Your Name membawa konten yang sangat sensitif di Indonesia, terlebih di lingkup sosial tertentu. Ya, kontennya adalah soal homoseksual, dan terlebih lagi LGBT ini sempat menjadi salah satu topik panas di Indonesia. Jadi mari kita bahas filmnya.

MV5BYTRhOTU2MmYtNDU5Mi00M2NmLWFmNjUtNjBiMzkwZTEwNjgxXkEyXkFqcGdeQXVyMzI3NjY2ODc@._V1_SX1777_CR0,0,1777,999_AL_

Elio (Timothee Chalamet) adalah anak dari seorang profesor yang setiap tahunnya selalu mendatangkan mahasiswa untuk menjadi asistennya. Musim panas ini, hadirlah Oliver (Armie Hammer), seorang mahasiswa dari Amerika ke kediaman mereka. Oliver bukanlah seseorang yang dapat kamu abaikan begitu saja, badannya yang kekar dan tinggi, wajahnya yang menarik hati, kepribadiannya yang easy going dan tentu wawasannya yang luas sangat mudah untuk membuat orang tertarik padanya. Termasuk Elio, anak tuan rumahnya. Dari situlah timbul sesuatu yang diterjemahkan menjadi jatuh cinta oleh keduanya. Kata-kata yang nempel banget di otakku karena juga keluar di trailernya dan jadi judul filmnya :

“Call me by your name, and i call you by mine” -Oliver

Menjelang akhir, disajikan percakapan antara seorang anak dan ayah. disitu ada pidato panjang seorang ayah (Michael Stuhlbarg) dimana banyak quotes yang bisa dikutip buat caption foto instagram didalamnya. Membawa kesan bahwa film ini melibatkan kekeluargaan didalamnya.

MV5BMmExNWJlYWItYWQ0NC00MGRhLWIxMDUtNjE2ZTEzMDRkMGE5XkEyXkFqcGdeQXVyMzI3NjY2ODc@._V1_SX1777_CR0,0,1777,999_AL_

Ada beberapa aspek yang sangat ingin aku bagikan pada para pembaca. Paling pertama adalah pemainnya. Dua cowok ganteng, yang satu dari kalangan anak muda yang masih fresh dan yang satu lagi dengan penampilannya yang sudah matang, tentu sebenernya udah cukup memanjakan mata. Ditambah karena seting waktunya musim panas membuat kedua pria ini semakin menonjol dengan outfitnya yang segar. Tapi tampang tentu bukan segalanya, Timothee Chalamet tidak mungkin masuk nominasi Oscar, dan jadi The Youngest Nominee ever cuma karena ganteng. Kabarnya sekitar 3 minggu sebelum rehearsal dia udah ada di lokasi untuk belajar gitar piano dan bahasa Itali. Entah totalitas atau apa, chemistry Elio dan Oliver tu dapet banget. Cara Timothee untuk merealisasikan perasaannya Elio itu terkesan nyata dan tulus. Dalem.

MV5BYjA4OTE5YWQtOGJhMC00NjA2LTg4ZWMtMDc3YTg2MjdmYTYzXkEyXkFqcGdeQXVyMzI3NjY2ODc@._V1_SX1777_CR0,0,1777,999_AL_

Kedua, adalah pemilihan lagunya. Instrumental piano, gitar, dan soundtrack lainnya sangat memorable di kuping aku. Apalagi lagu yang sangat lembut dari Dufjan Stevens, Mystery of Love. Pemutaran lagu di momen yang tepat membuat kesan lagu ini semakin membekas, dan atmosfernya langsung terasa. Entah apa yang dirasakan penonton lainnya, tapi yang aku rasakan adalah kebahagiaan mereka saat itu kebahagiaan yang pilu. Seperti membuat dunia mereka sendiri, menghindar dari tekanan dan persepsi yang mungkin akan timbul. Dibalik air terjun yang deras dan indah, ditengah bukit yang menampilkan kesegaran, mereka berdua tertawa bahagia menikmati momen berdua, tapi dengan diputarnya lagu Mistery of Love memberikan suasana yang kontras tapi terpadu dengan cantik sehingga muncullah adegan bahagia yang pilu.

Armie Hammer and Timothée Chalamet in Call Me by Your Name (2017)

Film ini sangat cocok kalian tonton dengan orang tua dan guru ngaji kalian, atau bisa kalian putar saat pengajian kelas dan buka bersama. Rasanya banyak hal menarik yang akan muncul saat nonton bersama orang-orang tertentu. Pokoknya buka pikiran kalian lalu buka diskusi dengan burung berkicau atau bisa kalian tulis di kolom komentar.

Oke, demikian tulisan ini dibuat. Terimaksih and keep on watching!

-Cim

Leave a Comment