Categories
puisi Tak Berkategori

Bosan

Ada saat dimana kau malas hanya untuk sekedar membuka mata, namun terlalu lelah untuk berbaring seharian. Saat dimana kau merasa tak perlu untuk berucap, dan tak ingin membuka telingamu lebar-lebar. Bahkan, saat kau hanya berfikir untuk berdiri dan melakukan sesuatu, kau malah semakin menenggelamkan kepalamu dibawah bantal dan memejamkan matamu erat-erat.

Lalu dalam diam mu, dalam lamunmu, kau hanya berangan kosong. apa yang kau rasakan? tidak ada. Kau tidak tertawa saat orang-orang di layar itu saling mengejek dan menjuluki demi gelak tawa penontonnya. Kau juga tidak merasa iba saat melihat  seorang wanita menangis sambil memegangi kakinya yang penuh darah, meminta pertolongan ditengah kacaunya suasana. Entah bagian mana dalam tubuhmu ingin melakukan sesuatu, namun akalmu terlalu malas untuk melakukannya.

sampai akhirnya kau menuntut dirimu. apa yang dituntut? sesuatu yang diluar kewajaran. entah itu terjun ke jurang, atau terbang ke awan. entah itu telanjang di muka umum atau sekalian kau bakar dirimu disana. saat itulah kau tidak perduli lagi dengan perkataan orang lain, dengan perasaan orang lain. kau mulai menutup mata dan telinga dengan lingkungan sekitarmu. karena sudah cukup melelahkan bergelut dengan perasaan dan akalmu sendiri. ya, karena memang itulah yang paling melelahkan.

“Ah, persetan dengan semuanya”

Jangan berfikir bahwa dirimu tidak normal, semua orang merasakannya. mereka punya jalannya sendiri untuk mengatasinya. kau hanya perlu memilih jalanmu sendiri untuk mengatasinya. terjun, atau terbang kau sendiri yang memilihnya. orang lain hanya akan melihat. mereka hanya akan ikut bersorak-sorai saat kau berhasil terbang, atau menangis saat kau memlih terjun. Jadi, ambil saja langkahmu. Keluar saja dari goa busuk itu, sambil bersiap akan akhirnya.

DCIM101GOPROGOPR0684.
DCIM101GOPROGOPR0684.

Matahari, 17 Januari 2016

Categories
puisi Tak Berkategori

Hilang?

Kebingungan kesana kemari, mencari sesuatu yang hilang, apakah itu baraang, atau sesuatu yang tak kasat mata. Kau sibuk mencarinya kesana kemari. Menanyakannya pada orangorang sekitarmu, menanyakannya pada dirimu sendiri. Semua orang memberikannya jawabannya, mereka memberimu usahanya, ada juga yang hanya sekedar menatapmu atau justru menutup kupingnya rapatrapat.  Seolah tak mau tau, seolah tidak peduli, atau hanya memasang wajah pedulinya karna perasaan alasan etika dan juga rasa iba.
Namun pada akhirnya, itu adalah masalahmu sendiri. Sesuatu itu kau yang harus menemukannya sendiri. Mereka bukanlah orang yang bertanggung jawab atas apa yang pernah jadi milikmu. pada akhirnya, itu adalah masalahmu sendiri, bahkan orang terdekatmupun, mulai kau pertanyakan.
Sekarang apakah kau akan membuat semuanya hilang? Atau kau akan menjaga sisanya? Apakah pantas untuk kau jaga? Atau justru memang sepantasnya kau hilangkan?
Kau hanya akan membuang waktumu untuk menemukan sesuatu yang hilang. Kau hanya perlu memutuskan bagaimana sisanya.

Saat langit mendung,
Matahari.

Categories
puisi Tak Berkategori

i hate the sound of the wind

i hate when the doors shut

i hate when night comes with the darkness

i hate when sun comes up with its shiny light

i hate when someone sings too well

i hate when they sings too bad

i hate those romantic words

i hate those sarcastic words

i hate myself

i hate everything that remain me of you

remain me that you’re no longer with me

matahari, 14 Mei 2015

Categories
puisi

Dalam Diamku

sebuah hati yang terluka tak ingin menguntai kata,

karna penyesalannya telah membuat hati lain ikut terluka

pikiranpun tak ingin banyak berucap.

karna ia tahu tak ada kebijakan didalamnya.

kami hanya akan diam, sampai setetes embun membangunkan kami dalam kedamaiannya.

oleh matahari, 14 Mei 2015

Categories
puisi

Ababil

bisakah kau membaca tanpa melihat?

menutup matamu, dan meraba goresan tinta itu

bisakah kau mendengar tanpa suara?

menutup telingamu dan mendengarkan nada sunyi itu

kau ingin dunia mengerti

tapi kau tetap sunyi

kau ingin dunia memahami

tapi kau tetap bersembunyi

tapi kawan, bumi hanya akan memberat saat kau hanya membatu.

dari Teman, 14 Mei 2015

Categories
puisi

Antara selangkah

kakinya mengayun kedepan kebelakanggirl-alone-sad-sadness-lonely-loneliness-cry-Favim.com-463162

ingin melangkah, tapi hati tertambat

tangannya melambai kesana kemari

entah pergi, entah menyambut

jangankan dirimu dirinya pun ia tak tahu.

jangankan menjawab, berpikir saja ia ragu.

karenanya ia tak menoleh, hanya tertunduk

tak menatap, hanya terpejam

matahari, 13 Mei 2015

Categories
puisi Tak Berkategori

Aku Tahu

Aku tahu kau hidup dengan tenang

kau tidak memukul sampai kau dipukul

kau tidak menghujat sampai kau dihujat

Aku tahu kau tak hidup dengan nyaman

kau tak tahan sendirian

dan kau tak suka kesepian

Aku tahu kau mencoba untuk senang.

tapi aku tak tahu,

apa kau tahu akupun begitu?

dari Matahari, 12 Mei 2015

images

Categories
puisi Tak Berkategori

Memandang wajah itu, akan membuat jantungmu berdegup-degup, atau seperti kata iwan fals “Entah dimana ada getar terasa”. Ya, kau bisa saja terpesona saat dia tersenyum kepadamu. Tapi tunggu saja sampai ia datang mengucapkan salam padamu dengan suara beratnya. apa kau masih sanggup menahan senyummu?

Akhirnya kau mulai berandai-andai tentang dirinya. Tentang waktu-waktu yang akan kau habiskan dengannya. Bagaimana ia menyambut pagimu, menemani hari mu, mengantarkan malammu. Atau bagaimana ia menepuk bahumu saat sedih, memelukmu saat bahagianya,  pergi kemanapun bersamanya. Hanya melamunkannya saja kau bisa habiskan seharian waktumu, apalagi jika ternyata Tuhan mewujudkannya untukmu.

Apa bisa kau hitung berapakali namanya kau sebut dalam sehari? bertemu saja rasanya tidak cukup sekali dalam sehari. Sebentar saja tak bersamanya apa kau tahan? berpisah jarak dengannya apa kau tak rindu? Bagaimana saat melihat dia bersama dengan yang  lain? sudah pasti kau gelisah panas tak keruan. Tapi saat dia katakan semua baik-baik saja, kau tersenyum. Mungkin kau tidak percaya semua baik-baik saja, tapi kau percaya dia akan mebuatnya baik-baik saja.

Semua terasa begitu indah. waktu-waktu yang sudah kau habiskan bersamanya, bahkan pertengkaran-pertengkaran kecil itu membuatmu tertawa. Kaupun yakin pasti itu adalah takdir yang digariskan Tuhan untukkmu. yakin bahwa kau akan menghabiskan waktu hanya bersamamnya sampai akhir. bahkan saat keraguan maupun masalah datang menghampirimu, keyakinanmu untuk bersamanya sampai akhir menyingkirkan semuanya.

Lalu aku menyadari sesuatu. Aku tersaadar kembali bahwa Tuhan yang memberikannya untukku. indah senyumnya, lembut suaranya, halus tangannya mana mungkin kudapatkan begitu saja. Pertemuan itu, masalah yang dia ceritakan padaku dulu, apa itu sebuah kebetulan? bagai mana aku harus berterimakasih atas apa yang Tuhan berikan pada ku?

Apa aku harus berikan semua untuk bersamanya? atau kukembalikan semua keindahan itu pada-Nya? Tuhan, dari semua nikmat yang Kau berikan padaku, entah bagai mana lagi aku harus bersyukur pada Mu.

Tuhan, aku bukanlah manusia suci dan sempurna. Sudah fitrah ku untuk mencintainya. Karenanya wahai Zat Pemberi seagala fitrah, aku kembalikan apa yang telah kau berikan padaku sampai saatnya. Sampai saat aku siap untuk menerimanya sebagai karunia darimu, bukan sebagai sesuatu yang mutlak untukku.

Categories
puisi

Angin

waktu telah berlalu, hari sudah berganti.

apa boleh hal itu masih dipertanyakan?

bahkan saat angin berhembus,

kau tersenyum akan kesejukannya.

apa ak tak lebih dari hembusan angin?

dari Matahari, 11 Mei 2015

wind blowing

Categories
Tak Berkategori

Salam Hangat dari Matahari

Bukan bermaksud sombong, tapi aku adalah matahari. Tak peduli apapun, aku tetap bersinar. Saat pagi hari aku membangunkan mu dengan cerahnya sinar ku. Saat siang hari aku menemani semua aktivitasmu dari kejauhan. Sinar ku meredup, dan kuberi kau kesejukan di sore hari. Bahkan saat malam hari aku tidak meninggalkanmu. Kutitipkan sinarku pada bulan agar kau dapat beristirahat dalam gelapnya malam.

Kau tahu? Awan gelap yang membawa hujan dan badai mungkin akan menutupiku. Tapi aku akan kembali bersinar, dan membuatmu menyadari betapa rindunya kau akan pancarannya. Keraguanmu tidak akan pernah membuat ku meredup. Tapi itu akan membuatku lebih jauh lagi dari mu. Karna matahari hanya dapat kau lihat saat matamu terbuka, hanya dapat kau rasa saat kau merentangkan tangan mu dan berjemur dibawahnya. Saat itu lah matahari memelukmu.

Salam hangat dari matahari