Bukan bermaksud sombong, tapi aku adalah matahari. Tak peduli apapun, aku tetap bersinar. Saat pagi hari aku membangunkan mu dengan cerahnya sinar ku. Saat siang hari aku menemani semua aktivitasmu dari kejauhan. Sinar ku meredup, dan kuberi kau kesejukan di sore hari. Bahkan saat malam hari aku tidak meninggalkanmu. Kutitipkan sinarku pada bulan agar kau dapat beristirahat dalam gelapnya malam.

Kau tahu? Awan gelap yang membawa hujan dan badai mungkin akan menutupiku. Tapi aku akan kembali bersinar, dan membuatmu menyadari betapa rindunya kau akan pancarannya. Keraguanmu tidak akan pernah membuat ku meredup. Tapi itu akan membuatku lebih jauh lagi dari mu. Karna matahari hanya dapat kau lihat saat matamu terbuka, hanya dapat kau rasa saat kau merentangkan tangan mu dan berjemur dibawahnya. Saat itu lah matahari memelukmu.

Salam hangat dari matahari