Primal Fear (1996) : Memaknai Kebenaran

https://images-na.ssl-images-amazon.com/images/M/MV5BMjA4MTc4NjY1N15BMl5BanBnXkFtZTYwODEzMTg4._V1_.jpg

Belakangan ini aku sedang memaknai tentang kebenaran di lingkungan sosial, dan kebenaran di mata manusia. Membuat flashback kembali ke film yang belakangan baru aku tonton : Primal Fear, sebagai salah satu referensi untuk memahami pola pikir manusia yang unik.

https://cimplingroom.files.wordpress.com/2018/02/4531b-359-scan.jpg

Sinopsis

Primal Fear ini cerita tentang perjuangan seorang pengacara handal, Martin Vail (Richard Gere), untuk memenagkan kasus pembunuhan yang dilakukan oleh Aaron (Edward Norton) terhadap Uskup Rushman (Stanley Anderson). Merasakan janggal dan iba pada kasus ini karena kepolosan Aaron tentu Vail ingin menyelamatkan Aaron dari hukuman mati. Namun itu bukan usaha yang mudah, terlebih karena Uskup Rushman adalah tokoh yang dihormati oleh orang-orang. Selama proses sidang yang alot inilah kebenaran demi kebenaran terungkap.

Cerita Penuh Teka-Teki dan Debut Keren Sang Aktor

Aksi Edward Norton yang sangat apik adalah salah satu pencuri perhatian terbesar. Kita dapat merasakan iba, simpati, kecewa, dan geregetan dibuatnya. Edward Norton dapat memunculkan jiwa heroik didalam diri kita untuk melindungi Aaron yang selalu lengkap dengan kepolosan senyumnya, dan karena cerita dibalik karakternya. Ada quotes yang juga memukau dan tertempel baik di otak aku :

“No man for any considerable period, can wear one face to himself and another to multitude without finally getting bewildered as to which may be the true” Scarlet Letter by Nathaniel Hawthrone

Ceritanya juga tak kalah seru. Selama sidang aku dibuat tercengang dan ternganga dengan fakta-fakta dan kebenaran yang muncul. Hal itu membuat aku semakin menyadari bahwa jabatan dan citra yang ditampilkan seorang tokoh tidak selamanya sesuai dengan perilakunya. Dibalik kebaikan seseorang yang terlihat ada satu kebusukan yang menjamur subur didalam sana. Karena ini cerita misteri yang banyak teka-tekinya, disitu pula kebenaran yang kita yakini diuji.

Richard Gere and Laura Linney in Primal Fear (1996)

Aku bener-bener mengalami konflik batin sama layaknya Martin Vail. Seorang pengacara tentu membela terduga bersalah, muncullah suatu keinginan untuk melakukan hal yang benar. Kehadiran Aaron dan kasusnya menjadi kesempatan yang baik untuk Ia menyelamatkan seseorang dari tuduhan yang tidak sesuai. Tekanan terhadap Martin Vail begitu kuat, membuatnya semakin termotivasi untuk memenangkan kasus ini.

Jadi Primal Fear Itu Apa?

Seperti judulnya yang Primal Fear, aku memaknai itu adalah ketakutan terbesar seseorang. Terdapat beberapa ketakutan yang dirumuskan dari segi cerita. Uskup Rushman punya ketakutan akan sesuatu yang sudah dilakukannya diketahui orang lain sehingga ia perlu pencitraan yang baik. Saughnessy di sisi lain takut sesuatu dalam dirinya terkuak, maka dia terobsesi memenangkan kasus tersebut. Sedangkan Martin Vail mengalami apa yang selama ini ditakutinya, yakni melakukan sesuatu yang berlawanan dari apa yang ia yakini benar.

Atau mungkin kalian punya versi yang lain?

Yang jelas bagaimanapun versinya, Apa yang kamu yakini benar saat ini, pemikiran politik, konspirasi, gosip artis, bahkan ilmu pengetahuan yang kalian pelajari bisa jadi merupakan kebalikannya. Menghindari fanatisme dengan membuka pemikiran dan memilah serta menyeleksi informasi yang kita dapat rasanya jadi hal yang bijak untuk dilakukan. di dunia yang penuh ketidak pastian ini kita sudah dibekali akal dan nurani sebagai filter. jadi silahkan asah akal dan naluri kita.

Baiklah, demikian tulisan ini dibuat. Terimakasih and keep on watching!

-Cim

Leave a Comment