[ Review Webtoon ] Demi 5 kg : Drama yang Menguras Emosi.

Representative image

Pernah berusaha menurunkan berat badan? Sudah mencoba tapi motivasinya hilang timbul? Jika iya, maka Webtoon Demi 5 kg akan cocok sebagai referensi, atau hanya sekedar berbagi emosi. Bukan hal mudah untuk mengubah angka dalam timbangan karena ternyata dapat menguras energi fisik dan mental pelakunya. Begitu juga yang dialami Hong Oh Su tokoh utama di webtoon ini.

Minder dengan Penampilan

Berteman dengan Kim Bobae dan Heo Noah yang sempurna secara penampilan membuat Hong Ohsu semakin termotivasi untuk menurunkan berat badan. Latar belakang tersebut yang menjadi konflik awal cerita panjang ini. Bukan sebuah isu semata jika di negara asal webtoon ini dibuat, penampilan merupakan hal yang sangat dijunjung tinggi. Membuat obsesi ini menjadi sesuatu yang lumrah dan diinginkan banyak orang. Bisa jadi karena ini jugalah tema sejenis menjadi sangat menjamur dan menarik untuk diikuti.

Genre Drama, Bukan Slice of Life

Tidak hanya persoalan olahraga dan makanan, ceritapun berlanjut ke drama pertemanan juga percintaan. Makanya webtoon ini dilabeli dengan genre drama dibanding slice of life. Jadi untuk kalian yang ingin cari tips diet atau motivasi diet dari webtoon ini segera luruskan niat, karena belum tentu tersedia disini.

Seperti drama dari korea pada umumnya, chapter awal memang dibuka dengan ringan dan menyenangkan. Namun seiring bertambahnya episode dan meluasnya konflik ternyata semakin pelik. Diawali dengan drama percintaan yang berujung menyikut kedamaian persahabatan mereka. Walau karakter sudah memiliki porsinya masing masing untuk menceritakan latar belakangnya, ternyata pembaca masih kesulitan memahami keputusan dan sikap yang diambil masing masing tokoh dalam menghadapi masalah.

Tentang Isu Penampilan

Sebenarnya tokoh Ohsu digambarkan sebagai perempuan berisi yang menarik dan manis. Bahkan beberapa tokoh berulang kali menyebutnya sebagai imut. Tampaknya Author memang ingin memberikan sindiran halus bahwa sebenarnya cantik bukan hanya dari besaran vertikal maupun horizontal sesorang. Dengan kepribadiannya saja, Ohsu juga berhasil menarik hati Jihoon, teman kerja paruh waktunya. Keduanya memiliki kepribadian yang sama-sama menarik, dengan fisik yang tidak sesuai dengan “standar”. Bedanya, Jihoon tidak bermasalah dengan itu. Sebaliknya Ohsu masih menyimpan hati pada seniornya, Minho, yang memiliki semua kriteria idamannya. Tampan, pintar, tinggi, populer.

Hal ini mengisyaratkan bahwa ternyata standar tersebut bukan hanya akan di terapkan pada diri sendiri. Orang sekitarnya pun dituntut untuk serupa, atau Ia akan menuntut untuk memiliki orang dengan kriteria tadi. Bisa dibilang ini sudah cukup toxic. Karerna Ia akan terpaku dengan “standar”, dengan membuat apapun yang merepresentasikan dirinya untuk dapat memenuhi idealnya.

Sebagian besar tokoh yang muncul dalam cerita Demi 5 kg memang memiliki isu penampilan. Seohee yang mendapat diskrimanasi oleh salah satu rekan kerjan paruh waktunya hanya karena masalah penampilan. Boo Semi yang dari awal cerita sudah muncul dengan cerita transformasinya penampilan. Bahkan Heo Noah yang sudah memenuhi “standar” juga dirudung oleh teman SMA karena penampilannya, atas dasar minder. Sehingga nampaknya cerita ini memang hadir sebagai kritik sosial tentang bahaya dari standar ideal tersebut.

Menguras Emosi!

Walau begitu, tidak bisa dipungkiri bahwa cerita yang disajikan berbelit-belit pada konflik yang sama. Pace lambat ini benar-benar menguras emosi. Alih alih mendukung dan simpati pada para tokoh, pembaca justru gemas dan bosan dengan konflik yang belum juga berujung.

Setelah mencoba kembali memahami sampailah kepada kesimpulan bahwa sepertinya cerita ini memamang dikembangkan untuk persoalan diet itu sendiri. Walau kadang diet diawali dengan keinginan kecil berwujud celotehan namun akhirnya keinginan itu semakin mengakar ke alam bawah sadar. Sehingga segala pemecahan masalah selalu dilarikan dengan diet. Tidak populer? diet. Bertepuk sebelah tangan? diet.

Lalu bagaimana dengan drama yang menguras emosi itu? Seperti yang sudah disampaikan diawal tulisan, diet itu sendiri tidak hanya menguras energi fisik, tapi juga mental. Menguras emosi. Sehingga bisa jadi drama tersebut adalah gambaran tekanan yang didapat oleh si pelaku diet. Tekanan tersebut yang memicu adanya obsesi yang saat ini kita lihat, sang tokoh mulai mengalami menampakkan gejala bulimia karena obsesinya tentang penampilan.

Konklusi

Bisa jadi karena cerita memang belum selesai sehingga masih belum mendapat konlusi yang tepat, dan masih belum dapat bersimpati serta memahami kondisi Ohsu dan kawan-kawan. Namun sampai saat ini rasanya kita sudah mulai memahami, apa saja yang bisa terjadi hanya demi 5 kg.

Silakan Baca Webtoonya disini : Demi 5 Kg (Bahasa)

Baik, kalau begitu cukup sekian tulisan ini dibuat,

Thanks, And keep on watching!

-Cim

Baca tulisan terakhir >> Joker : Kisah Tragedi dan Komedi

Leave a Comment